Selasa, 03 Januari 2012

HP Android

Hp Android, Pengertian Android Dan Penjelasannya
March 24, 2011 » 9:54 am »


Belakangan Hp Android atau Handphone Adroid seringkali dibicarakan banyak orang. Lalu apa itu Android atau hp Android. Penjelasan termasuk maksud, arti, definisi serta Pengertian Android secara detail bisa anda baca dibawah ini. Apa saja keunggulan, kelebihan atau bahkan kekurangan Hp Android ini ? termasuk jenis-jenis Handphone android yang selama ini kita dengar.
Nah, tidak ada salahnya sebelum kita membeli Hp Android, kita tahu apa itu android. Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler (hp / Handphone)  yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel.
Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.
Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).
Jadi Hp Android adalah hp atau handphone yang sistem operasionalnya menggunakan Android. Sistem operasi Android menjadi pilihan bagi vendor-vendor smart phone karena memiliki biaya lisensi lebih murah dan sifatnya yang semi opensource. Tidak hanya itu Android tentunya akan support dengan berbagai layanan dari Google
Saat google mengembangkan aplikasi ini pernah  terganjal masalah trademark Android, namun Google tetap merilis Android ke pasaran kendati  terganjal masalah trademark nama Android yang sudah dipatenkan oleh sebuah perusahaan developer software dan aplikasi internet di US Patent dan Trademark Office (USPTO) dengan nama Android Dara.
Karena bagi Google, Android adalah nama dari sebuah open source, berasal dari system operasi berbasis Linux untuk ponsel dan mobile device, yang pertama kali diperkenalkan di bulan November 2007.
« Kelebihan Handphone Android
  • Multitasking –Ponsel Android bisa menjalankan berbagai aplikasi, itu artinya Anda bisa browsing, Facebookan sambil dengerin lagu.
  • Kemudahan dalam Notifikasi – Setiap ada SMS, Email, atau bahkan artikel terbaru dari RSS Reader, akan selalu ada notifikasi di Home Screen Ponsel Android, tak ketinggalan Lampu LED Indikator yang berkedip-kedip, sehingga Anda tidak akan terlewatkan satu SMS, Email ataupun Misscall sekalipun.
  • Akses Mudah terhadap Ribuan Aplikasi Android lewat Google Android App Market – Kalau Anda seneng install aplikasi ataupun games, lewat Google Android App Market Anda bisa mendownload berbagai aplikasi dengan gratis. Ada banyak ribuan aplikasi  dan games yang siap untuk Anda download di ponsel Android.
  • Pilihan Ponsel yang beranekaragam – Bicara ponsel Android, akan terasa ‘beda’ dibandingkan dengan iOS, jika iOS hanya terbatas pada iPhone dari Apple, maka Android tersedia di ponsel dari berbagai produsen, mulai dari Sony Ericsson, Motorola, HTC sampai Samsung. Dan setiap pabrikan ponsel pun menghadirkan ponsel Android dengan gaya masing-masing, seperti Motorola dengan Motoblur-nya, Sony Ericsson dengan TimeScape-nya. Jadi Anda bisa leluasa memilih ponsel Android sesuai dengan ‘merk’ favorite.
  • Bisa menginstal ROM yang dimodifikasi – tak puas dengan tampilan standar Android, jangan khawatir ada banyak Costum ROM yang bisa Anda pakai di ponsel Android.
  • Widget – benar sekali, dengan adanya Widget di homescreen, Anda bisa dengan mudah mengakses berbagai setting dengan cepat dan mudah.
  • Google Maniak – Jika Anda pengguna setia layanan Google mulai dari Gmail sampai Google Reader, ponsel Android telah terintegrasi dengan layanan Google, sehingga Anda bisa dengan cepat mengecek email dari gMail.

« Kekurangan HP Android
Kekurangan dari sistem operasi Android ini adalah :
  • Koneksi Internet yang terus menerus – Kebanyakan ponsel Android memerlukan koneksi internet yang simultan alias terus menerus aktif. Penulis sendiri menggunakan Motorola Milestone, dan koneksi internet GPRS selalu aktif setiap waktu, itu artinya Anda harus siap berlangganan paket GPRS yang sesuai dengan kebutuhan.
  • Iklan – Aplikasi di Ponsel Android memang bisa didapatkan dengan mudah dan gratis, namun konsekuensinya di setiap Aplikasi tersebut, akan selalu Iklan yang terpampang, entah itu bagian atas atau bawah aplikasi
Contoh-contoh HP Android
Contoh hp Android seperti Google Nexus One, Huwawei U8230, HTC Hero, HTC Legend, HTC Magic, HTC Desire, Imobile iE6010, LG GW620, Motorola Milestone, Sony Ericsson Xperia, Huawei Aviator, hampir semua keluaran merk Samsung terbaru 2011 berbasis android.
http://situsini.com/358/hp-android-pengertian-android-dan-penjelasannya/

SeaGames Dedication

26th SEA GAMES INDONESIA 2011 JAKARTA-PALEMBANG
By: inasoc2011
INDONESIA SEA GAMES ORGANIZING COMMITEE

TERIMA KASIH
“Bersatu dan Bangkit” penuhi relung kalbu,
Balut semangat sang tuan rumah.
Peluh bercucuran, jiwa laga siaga,
Untuk menjadi yang terbaik.

Perhelatan akbar olahraga se-Asia Tenggara usai digelar,
Gempita kemengan indah membuai,
Bangga diri kan bumi permai,
Kekal abadi, hempaskan badai.

“Bersatu dan Bangkit”, hapus gundah dan risau,
Kumandang “Indonesia Raya” besarkan hati, besarkan jati.

Dan Tuhan, menyaksikan dengan senyum bijaksana untuk kita.

Izinkanlah kami menghaturkan terimakasih atas kepercayaan dan bimbingan yang diberikan kepada:

·        Presiden Republik Indonesia, Bapak Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
·        Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. Budiono M.Ec.
·        Ketua MRP RI, Ketua DPR RI dan Ketua DPD RI
·        Cabinet Bersatu Jilid II
·        Panglima TNI dan seluruh jajarannya
·        KAPOLRI beserta seluruh jajarannya
·        Komisi XI DPR RI
·        Pemerintahan Daerah Provinsi DKI Jakarta
·        Pemerintahan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Didedikasikan untuk seluruh warga dan masyarakat Indonesia yang telah membantu atas suksesnya penyelenggaraan Sea Games ke 26 di Indonesia dan Seluruh petinggi-petinggi di Indonesia yang telah mendukung. 

Sumber           :
Warta Kota, Selasa 6 Desember 2011





ACFTA

Ada apa dengan ACFTA?

          Kesepakatan dagang ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) resmi belaku Januari 2010. Keran, perdagangan bebas dibuka, jutaan produk berseliweran berselimut kakhawatiran. Sebut saja produsen local yang khawatir bahwa produk mereka akan kalah saing dengan produk China yang terkenal murah.
          Sebenarnya sebelum ACFTA resmi diberlakukan, sudah sejak lama produk China mendonimasi pasar dalam negri. Namun karena ACFTA, Januari lalu, 83% dari 8.738 produk impor dari China bebas masuk ke pasar Indonesia tanpa dikenai bea masuk. Artinya, pasar kita pun akan semakin penuh sesak oleh produk negeri tirai bamboo itu.
          Kerentanan dengan adanya banjir produk China tidak hanya terbatas di kalangan produsen. Sebagai konsumen, kita pun tak kalah rentannya. Dengan harga yang “murah meriah”, apakah ada jaminan untuk keamanannya?
          Menyikapi banjir produk China, mau tak mau kita harus mengeluarkan jurus baru,. Para produsen harus semakin bekarja keras meningkatkan mutu produk, sementara konsumen harus semakin rajin mencari informasi tentang produk yang dipilihnya. Tidak ada salahnya bersikap waspada.
·       Mainan Beracun
Mainan anak dari China masih mengandung racun. Menurut hasil investigasi yang dilakukan oleh kantor berita Associated Press awal 010, di dalam produk mainan anak-anak yang diekspor ke Amerika Sekirat mengandung kadmium. Sedikitnya 12 dari 103 barang yang teliti mengandung 10% kadmium yang terdapat dalam mainan berbentuk perhiasan.  
Kadmium termasuk dalam racun yang berbahaya dan dapat menyebabkan kanker. Berdasarkan kajian Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, kadmium menempati peringkat ke-7 dari 275 bahan yang paling berbahaya. Dengan hanya menyentuh mainan yang mengandung cadmium, racun sudah mengkontaminasi tubuh. Damapaknya adalah kanker dan kerusakan otak. Yang lebih memprihatinkan, produk mainan anak-anak tidak termasuk dalam daftar inspeksi pemerintah China sebelum diekspor ke luar China.
·       Kosmetik Bermerkuri
Kosmetik yang beredar dipasaran juga pelu diwaspadai. Merkuri terkadang muncul dibeberapa produk khususnya pemutih. Otoritas Filiphina telah melarang beberapa produk kosmetik China karena mengandung merkuri dalam jumlah yang membahayakan. Kajian dilakukan oleh Food and Drug Administration (FDA) pada beberapa krim wajah untuk pemutih ternyata mengandung merkuri dalam jumlah yang melewati batas toleransi. Alih-alih mendapatkan kulit putih, yang bisa terjadi adalah gangguan pada fungsi otak, gangguan penglihatan, gelisah/gugup, ginjal, dan kerusakan liver. Cukup dengan dioleskan ke permukaan kulit, merkuri akan masuk ke dalam darah hingga system saraf tubuh.
·       Susu Bermelamin
Kasus susu mengandung melamin dari China pernah marak di Indonesia pada tahun 2008. Walaupun dua tahun sudah berlalu, beberapa perusahaan di China masih memproduksi susu menggunakan melamin. Salah satunya adalah Tiantian Dairy Co Ltd di Ningxia yang ditutup setelah ditemukan kemasan ulang dan 170 ton susu tercemar melamin pada awal 2010 lalu. Susu ini sudah beredar di bebagai kota di China salah satunya Shanghai.
Melamin merupakan bahan berbahaya jika dikonsumsi. Bahan ini bisa digunakan sebagai bahan campuran membuat plastic, pupuk, dan lem. Penggunaan melamin dalam susu umumnya dilakukan untuk menambah kandungan protein dalam susu. Bayangkan, apa yang terjadi dalam tubuh kita saat mengkonsumsinya.
·       Buah-buahan Berpengawet
Buah yang di impor melewati proses pengawetan dan pengepakan yang cukup lama sehingga saat dikonsumsi menjadi tidak segar lagi. Dalam kasus ekstrem bahkan bisa mencapai satu tahun dari proses pemetikan hingga ke konsumen, tak heran digunakanlah pengawet yang salah satunya formalin.
Juni 2009 lalu di Cilegon ditemukan jeruk yang berasal dari China mengandung formalin. Fakta ini didapat berdasarkan hasil uji Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Serang terhadap kulit dan isi jeruk. Bahkan kimia formalin apabila dikonsumsi akan menginfeksi tubuh penggunanya dan menyebabkan kanker, pengecilan organ tubuh, hingga kerusakan saluran pernafasan dan saluran pencernaan.  

Sumber: Respect 04, Free Magazine April 10 - Mei 10 hal. 14-17




   

Minggu, 25 Desember 2011

IFRS

 

International Financial Reporting Standards 

 

                Terdapat beberapa pendapat dari sumber yang saya ambil tentang IFRS dan sejarahnya. Berikut pendapat-pendapat menurut penjelasan masing-masing dari para sumber yang saya ambil.

IIFRS merupakan standar dan intepretasi yang disusun oleh International Accounting Atandards Board (IASB).

Sebagian besar standar yang menjadi bagian dari IFRS sebelumnya merupakan International Accounting Standards (IAS). IAS diterbitkan antara tahun 1973 sampai dengan 2001 oleh International Accounting Standards Committee (IASC). Pada bulan April 2001, IASB mengadospsi seluruh IAS dan melanjutkan pengembangan standar yang dilakukan.

v  Struktur IFRS

International Financial Reporting Standards mencakup:

International Financial Reporting Standards (IFRS) – standar yang diterbitkan setelah tahun 2001. International Accounting Standards (IAS) – standar yang diterbitkan sebelum tahun 2001. Interpretations yang diterbitkan oleh International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC) – setelah tahun 2001. Interpretations yang diterbitkan oleh Standing Interpretations Committee (SIC) – sebelum tahun 2001.

v  Framework

“The Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statements” yang berisi prinsip-prinsip yang mendasari IFRS.

v  Adopsi terhadap IFRS

IFRS telah diadopsi di banyak negara, seperti European Union, Hongkong, Australia, Malaysia, Pakistan, India, negara-negara GCC (Cooperation Council for the Arab States of The Gulf), Russia, South Africa, Singapore and Turkey. Per Agustus 2008, lebih dari 100 negara telah mewajibkan atau mempebolehkan penggunaan IFRS. Sekitar 85 negara telah mewajibkan perusahaan go public di negaranya untuk menggunakan IFRS.

http://natawidnyana.wordpress.com/2008/10/28/international-financial-reporting-standards-ifrs-a-brief-description/

 

v  International Financial Reporting Standard

Pertanyaan pertama yang muncul dibenak kita adalah mengapa standar internasional ini menggunakan kata “financial reporting” bukan kata “accounting”. Mari kita buka kamus dan ensiklopedia, sebuah kamus online Merriam-Webster Online Dictionary mendefenisikan akuntansi adalah “the system of recording and summarizing business and financial transactions and analyzing, verifying, and reporting the results”. Dan yang lainnya sebuah ensiklopedia Encyclopaedia Britanica Online mendefenisikan akuntansi adalah “systematic development and analysis of information about the economic affairs of an organization”. Namun baik Merriam-Webster Online Dictionary maupun Encyclopaedia Britanica Online tidak menyebutkan definisi “financial reporting”.

Dewasa ini “accounting” dan “financial reporting” dianggap sebuah sinonim, setidaknya International Accounting Standard Board (IASB) menganggap International Financial Reporting Standard (IFRS) dan International Accounting Standard (IAS) adalah sama. Penyebutan IFRS hanya menunjukkan bahwa standar tersebut dikeluarkan oleh IASB sedangkan IAS dikeluarkan oleh IASC.

 

v  SEJARAH

Setiap negara memilki prinsip-prinsip dan prosedur akuntansi yang berbeda untuk mengatur penyusunan laporan keuangan dalam negaranya. Faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut begitu kompleks dan saling terkait dengan berbagai bidang antara lain politik, ekonomi, sosial, budaya, sejarah, hukum, dan lainnya. Setiap negara tentunya memiliki kondisi yang berbeda dari sederet faktor tersebut.

Namun secara teoritis pengembangan sebuah standar akuntansi internasional adalah memungkinkan. Setidaknya ada lima teori akuntansi yang dikembangkan oleh para ilmuan akuntansi antara lain; (1) teori universal, (2) teori multinasional, (3) teori komparatif, (4) teori transaksi-transaksi internasional, dan (5) teori translasi. Dengan tujuan menyelesaikan dan mendamaikan perbedaan akuntansi disetiap negara, serta merintis adanya standar akuntansi yang kelak berlaku universal, IAS diterbitkan sejak tahun 1974. Penerbitan tersebut satu tahun setelah pembentukan International Accounting Standard Committee (IASC).

IFRS saat ini diterbitkan dan dikelola oleh IASB, sebuah dewan standar independen yang berbasis di London. IASB didahului oleh IASC, yang didirikan pada tahun 1973 sebagai hasil dari penyertaan dan keterlibatan badan-badan akuntansi dari berbagai negara antara lain; Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Jepang, Meksiko, Belanda, Britania Raya dan Irlandia, dan Amerika Serikat. Badan-badan ini merupakan dewan IASC pada saat itu, mereka merupakan bagian dari International Federation of Accountans (IFAC) sebagai organisasi induk IASC. Pada tahun 1999, setelah melakukan proses review selama dua tahun, dewan IASC menyetujui rencana restrukturisasi. Menurut ketentuan restrukturisasi, dewan IASC akan menjadi sebuah entitas yang terpisah dari induknya dan akan menjadi entitas non profit yang diatur oleh para wali. IASC akan melakukan pendanaan terhadap IASB, yang pada gilirannya akan bertanggung jawab untuk teknis agenda pengembangan dan persetujuan IFRS baru.

Pada bulan Maret 2001, IASC Foundation secara resmi didirikan di negara bagian Delaware di Amerika Serikat. Yang bertindak sebagai entitas induk IASB. Sejak 1 April 2001, IASB diasumsikan bertanggung jawab kepada IASC dalam menjalankan tugasnya melakukan penyusunan standar akuntansi.

Sesuai dengan konstitusi IASC Foundation, dilakukan review secara berkelanjutan yang selesai pada bulan Juni 2005 dan terjadi beberapa perubahan konstitusi yang mengatur pengaturan operasional IASC Foundation.

http://adri-accounting.blogspot.com/2010/05/international-financial-reporting.html

 

v  Pendapat lain tentang IFRS

IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC).

Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang dahulu bernama Komisi Standar Akuntansi Internasional (AISC), merupakan lembaga independen untuk menyusun standar akuntansi. Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diperbandingkan.

Indonesia pun akan mengadopsi IFRS secara penuh pada 2012 nanti. Dengan mengadopsi penuh IFRS, laporan keuangan yang dibuat berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi signifikan dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS.
Strategi adopsi yang dilakukan untuk konvergensi ada dua macam, yaitu big bang strategy dan gradual strategy. Big bang strategy mengadopsi penuh
IFRS sekaligus, tanpa melalui tahapan – tahapan tertentu. Strategi ini digunakan oleh negara – negara maju. Sedangkan pada gradual strategy, adopsi IFRS dilakukan secara bertahap. Strategi ini digunakan oleh negara – negara berkembang seperti Indonesia.

v  Struktur IFRS

International Financial Reporting Standards mencakup:

- International Financial Reporting Standards (IFRS), standar yang diterbitkan setelah tahun 2001

- International Accounting Standards (IAS), standar yang diterbitkan sebelum tahun 2001

-Interpretations yang diterbitkan oleh International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC), setelah tahun 2001

- Interpretations yang diterbitkan oleh Standing Interpretations Committee (SIC), sebelum tahun 2001

Secara garis besar ada empat hal pokok yang diatur dalam standar akuntansi, yang pertama berkaitan dengan definisi elemen laporan keuangan atau informasi lain yang berkaitan. Definisi digunakan dalam standar akuntansi untuk menentukan apakah transaksi tertentu harus dicatat dan dikelompokkan ke dalam aktiva, hutang, modal, pendapatan dan biaya, yang kedua adalah pengukuran dan penilaian. Pedoman ini digunakan untuk menentukan nilai dari suatu elemen laporan keuangan baik pada saat terjadinya transaksi keuangan maupun pada saat penyajian laporan keuangan (pada tanggal neraca). Hal ketiga yang dimuat dalam standar adalah pengakuan, yaitu kriteria yang digunakan untuk mengakui elemen laporan keuangan sehingga elemen tersebut dapat disajikan dalam laporankeuangan. Yang terakhir adalah penyajian dan pengungkapan laporan.

 

v  Sejarah IAI

Pembangunan Nasional bertujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata spritiual dan material berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Karenanya, adalah kewajiban bagi setiap warga negara untuk berdarma bakti sesuai dengan profesi dan keahlian masing-masing.

Sejalan dengan itu, pengembangan profesi akuntan ditujukan untuk meningkatkan pengabdian profesi dalam Pembangunan Nasional, yang pada hakekatnya adalah pembangunan manusia Indonesia dan Pembangunan Masyarakat Indonesia. Para akuntan menyadari perlunya dukungan secara sistematis dan tertib demi pemeliharaan serta peningkatan kompetensi profesionalnya, maka merasa perlu untuk dibina, dibimbing, difasilitasi, dan diingatkan secara profesional.

Dalam rangka pembinaan tersebut, perlu adanya wadah yang mewakili akuntan secara keseluruhan, menetapkan standar kualitas, mengembangkan dan menegakkan etika profesi, memelihara martabat dan kehormatan, membina moral dan integritas yang tinggi, mewujudkan kepercayaan atas hasil kerja profesi akuntan dan wadah komunikasi, konsultasi, koordinasi serta usaha-usaha bersama lainnya yang diperlukan. Menyadari akan hal tersebut maka para akuntan bergabung dalam wadah organisasi yaitu Ikatan Akuntan Indonesia.

Pada waktu Indonesia merdeka, hanya ada satu orang akuntan pribumi, yaitu Prof. Dr. Abutari, sedangkan Prof. Soemardjo lulus pendidikan akuntan di negeri Belanda pada tahun 1956. Akuntan-akuntan Indonesia pertama lulusan dalam negeri adalah Basuki Siddharta, Hendra Darmawan, Tan Tong Djoe, dan Go Tie Siem, mereka lulus pertengahan tahun 1957. Keempat akuntan ini bersama dengan Prof. Soemardjo mengambil prakarsa mendirikan perkumpulan akuntan untuk bangsa Indonesia saja. Alasannya, mereka tidak mungkin menjadi anggota NIVA (Nederlands Institute Van Accountants) atau VAGA (Vereniging Academisch Gevormde Accountants). Mereka menyadari keindonesiaannya dan berpendapat tidak mungkin kedua lembaga itu akan memikirkan perkembangan dan pembinaan akuntan Indonesia. 

Hari Kamis, 17 Oktober 1957, kelima akuntan tadi mengadakan pertemuan di aula Universitas Indonesia (UI) dan bersepakat untuk mendirikan perkumpulan akuntan Indonesia. Karena pertemuan tersebut tidak dihadiri oleh semua akuntan yang ada maka diputuskan membentuk Panitia Persiapan Pendirian Perkumpulan Akuntan Indonesia. Panitia diminta menghubungi akuntan lainnya untuk menanyakan pendapat mereka. Dalam Panitia itu Prof. Soemardjo duduk sebagai ketua, Go Tie Siem sebagai penulis, Basuki Siddharta sebagai bendahara sedangkan Hendra Darmawan dan Tan Tong Djoe sebagai komisaris. Surat yang dikirimkan Panitia kepada 6 akuntan lainnya memperoleh jawaban setuju. Perkumpulan yang akhirnya diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) akhirnya berdiri pada 23 Desember 1957, yaitu pada pertemuan ketiga yang diadakan di aula UI pada pukul 19.30.

Konsep Anggaran Dasar IAI yang pertama diselesaikan pada 15 Mei 1958 dan naskah finalnya selesai pada 19 Oktober 1958. Menteri Kehakiman mengesahkannya pada 11 Pebruari 1959. Namun demikian, tanggal pendirian IAI ditetapkan pada 23 Desember 1957. Ketika itu, tujuan IAI adalah: Membimbing perkembangan akuntansi serta mempertinggi mutu pendidikan akuntan.

Mempertinggi mutu pekerjaan akuntan. Sejak pendiriannya 49 tahun lalu, kini IAI telah mengalami perkembangan yang sangat luas. Hal ini merupakan perkembangan yang wajar karena profesi akuntan tidak dapat dipisahkan dari dunia usaha yang mengalami perkembangan pesat. Salah satu bentuk perkembangan tersebut adalah meluasnya orientasi kegiatan profesi, tidak lagi semata-mata di bidang pendidikan akuntansi dan mutu pekerjaan akuntan, tetapi juga upaya-upaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan peran dalam perumusan kebijakan publik.

v  Misi

Memelihara integritas, komitmen, dan kompetensi anggota dalam pengembangan manajemen bisnis dan publik yang berorientasi pada etika, tanggungjawab, dan lingkungan hidup, mengembangkan pengetahuan dan praktek bisnis, keuangan, atestasi, non-atestasi, dan akuntansi bagi masyarakat, dan berpartisipasi aktif di dalam mewujudkan good governance melalui upaya organisasi yang sah dan dalam perspektif nasional dan internasional.

v  Visi

Visi IAI adalah menjadi organisasi profesi terdepan dalam pengembangan pengetahuan dan praktek akuntansi, manajemen bisnis dan publik, yang berorientasi pada etika dan tanggung jawab sosial, serta lingkungan hidup dalam perspektif nasional dan internasional.

v  Tentang IAI

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah satu-satunya organisasi profesi akuntan yang ada di Indonesia yang didirikan pada tanggal 23 Desember 1957 di Jakarta. Visi IAI adalah menjadi organisasi profesi terdepan dalam pengembangan pengetahuan dan praktek akuntansi, manajemen bisnis dan publik, yang berorientasi pada etika dan tanggungjawab sosial, serta lingkungan hidup dalam perspektif nasional dan internasional.

http://windablog-klorofil.blogspot.com/2011/04/konfergensi-ifrs-dan-sejarah-iai.html

 

v  Perbandingan standar akuntansi menurut IFRS dengan PSAK

Artikel ini mengacu kepada perbandingan IFRS dengan PSAK yang diterbitkan oleh Deloitte sampai dengan 1 Januari 2007. Anda dapat mendownload dokumen aslinya. Sampai dengan tanggal tersebut, 28 PSAK disusun dengan mengacu kepada IAS/IFRS, 20 PSAK dikembangkan dengan mengacu kepada prinsip akuntansi Amerika Serikat, 8 PSAK dikembangkan sendiri oleh IAI, dan 1 PSAK tentang perbankan syari’ah mengacu kepada standar akuntansi yang diterbitkan oleh AAOIFI serta peraturan-peraturan terkait yang berlaku di Indonesia.
Tabel berikut meringkas referensi yang digunakan dalam pengembangan PSAK:

No.

PSAK

REFERENSI

1.

PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan (Revisi 1998)

IAS 1 (Revised 1997) Presentation of Financial Statements

2.

PSAK 2 Laporan Arus Kas (1994) (Reformat 2007)

IAS 7 (Revised 1992), Cash Flow Statements

3.

PSAK 3 Laporan Keuangan Interim (Reformat 2007)

APB Opinion No. 28 (1973), Interim Financial Statements

4.

PSAK 4 Laporan Keuangan Konsolidasi (Reformat 2007)

IAS 27 (1989) Consolidated and Separate Financial Statements

5.

PSAK 5 Pelaporan Segmen (Revisi 2000)

IAS 14 (Revised 1997) Segment Reporting

6.

PSAK 7 Hubungan Pihak-Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa (Reformat 2007)

IAS 24 (1984) Related Party Disclosures

7.

PSAK 8 Peristiwa Setelah Tanggal Neraca (Revisi 2003)

IAS 10 (1978) Events after the Balance Sheet Date

8.

PSAK 10 Transaksi dalam Mata Uang Asing (Reformat 2007)

IAS 21 (Revised 1993) The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates

9.

PSAK 11 Penjabaran Laporan keuangan Dalam Mata Uang Asing (Reformat 2007)

10.

PSAK 12 Pelaporan keuangan mengenai Bagian Partisipasi Dalam Pengendalian Bersama Operasi dan Aset

IAS 31 (Revised 1990) Financial Reporting of Interests in Joint Ventures

11.

PSAK 13 Properti Investasi (yang berlaku sekarang Revisi 2007)

IAS 25 (1986) Accounting for Investments

12.

PSAK 14 Persediaan (Reformat 2007)

IAS 2 (Revised 1993) Inventories

13.

PSAK 15 Akuntansi Untuk Investasi Dalam Perusahaan Asosiasi (Reformat 2007)

IAS 28 (Revised 1989) Accounting for Investments in Associates

14.

PSAK 16 Aset Tetap (yang berlaku sekarang Revisi 2007)

IAS 16 (Revised 1993) Property, Plant, and Equipment

15.

PSAK 18 Akuntansi Dana Pensiun

IAS 26 (1987) Accounting and Reporting by Retirement Benefit Plans

Peraturan-peraturan tentang dana pension di Indonesia, terutama UU No. 11/1992)

16.

PSAK 19 Aset Tidak Berwujud (Revisi 2000)

IAS 38 (1998) Intangible Assets

17.

PSAK 21 Akuntansi Ekuitas

Peraturan-peraturan yang mengatur perseroan di Indonesia serta beberapa SFAS mengenai akuntansi ekuitas

18.

PSAK 22 Akuntansi Penggabungan Usaha (Reformat 2007)

IAS 22 (Revised 1993) Accounting for Business Combinations

19.

PSAK 23 Pendapatan (Reformat 2007)

IAS 18 (1993) Revenue

20.

PSAK 24 Imbalan Kerja (Revisi 2004)

IAS 19 (Revised 2000) Employee Benefits

21.

PSAK 25 Laba Atau Rugi Bersih Untuk Periode Berjalan,Kesalahan Mendasar,dan Perubahan Kebijakan Akuntansi (Reformat 2007)

IAS 8 (Revised 1993) Net Profit or Loss for the Period, Fundamental Errors, and Changes in Accounting Policies

22.

PSAK 26 Biaya Pinjaman (Revisi 1997) (Reformat 2007)

IAS 23 (Revised 1993) Borrowing Costs

23.

PSAK 27 Akuntansi Perkoperasian (Revisi 1998) (Reformat 2007)

Peraturan-peraturan mengenai koperasi di Indonesia

24.

PSAK 28 (Revisi 1996) Akuntansi AsuransiI Kerugian

SFAS 60, 91, 97, 113, 120

Peraturan-peraturan mengenai asuransi di Indonesia

25.

PSAK 29 Akuntansi Minyak dan Gas Bumi

SFAS 19, 25, 69

Peraturan-peraturan mengenai migas di Indonesia

26.

PSAK 30 Sewa (yang berlaku sekarang Revisi 2007)

SFAS 13

Peraturan-peraturan mengenai sewaguna di Indonesia

27.

PSAK 31 Akuntansi Perbankan (Revisi 2000)

IAS 30 (1990) Disclosures in the Financial Statements of Banks and Similar Financial Institutions

Bank for International Settlement (BIS)

Peraturan-peraturan mengenai perbankan di Indonesia

28.

PSAK 32 Akuntansi Kehutanan

Peraturan-peraturan mengenai kehutanan di Indonesia

29.

PSAK 33 Akuntansi Pertambangan Umum

Peraturan-peraturan mengenai pertambangan di Indonesia

30.

PSAK 34 Akuntansi kontrak Kontruksi

IAS 11 (Revised 1993) Accounting for Construction Contracts

31.

PSAK 35 Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi

Peraturan-peraturan mengenai telekomunikasi di Indonesia

32.

PSAK 36 Akuntansi Asuransi Jiwa

SFAS 60, 81, 91, 97, 113, 120

Peraturan-peraturan mengenai asuransi jiwa di Indonesia

33.

PSAK 37 Akuntansi penyelenggaraan Jalan tol (Reformat 2007)

Peraturan-peraturan mengenai manajemen jalan tol di Indonesia

34.

PSAK 38 Akuntansi Restrukturisasi Ekuitas Sepengendali (Revisi 2004)

APB 16, 29

35.

PSAK 39 Akuntansi kerjasama Operasi (Reformat 2007)

Peraturan-peraturan mengenai kerjasama operasi di Indonesia

36.

Psak 40 Akuntansi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan/Perusahaan Asosiasi

Beberapa prinsip akuntansi Amerika Serikat

37.

PSAK 41 Akuntansi Waran (Reformat 2007)

APB Opinion No. 14 (1969) Accounting for Convertible Debt and Debt Issued with Stock Purchase Warrants

Peraturan-peraturan BAPEPAM-LK di Indonesia

38.

PSAK 42 Akuntansi Perusahaan Efek (Reformat 2007)

SFAS 12

Peraturan-peraturan BAPEPAM-LK di Indonesia

39.

PSAK 43 Akuntansi Anjak Piutang (Reformat 2007)

SFAS 77 Reporting by Transferor for Transfers of Receivables with Recourse

Peraturan-peraturan BAPEPAM-LK di Indonesia

40.

PSAK 44 Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat (Reformat 2007)

SFAS 66 Accounting for Sales of Real Estate

41.

PSAK 45 Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba (Reformat 2007)

SFAS 117 Financial Statements of Not-for-Profit Organizations

42.

PSAK 46 Akuntansi Pajak Penghasilan (Reformat 2007)

IAS 12 (1996) Income Taxes

43.

PSAK 47 Akuntansi Tanah

Peraturan-peraturan pertanahan di Indonesia

44.

PSAK 48 Penurunan Nilai Aset

IAS 36 (1998) Impairment of Assets

45.

PSAK 49 Akuntansi Reksa Dana

Peraturan-peraturan mengenai reksa dana di Indonesia

46.

PSAK 50 Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan (saat ini yang berlaku Revisi 2006)

SFAS No. 115 Accounting for Certain Investments in Debt and Equity Securities

47.

PSAK 51 Akuntansi Kuasi-Reorganisasi (Revisi 2003)

ARB 43, Ch. 7 Capital Accounts, Section A: Quasi Reorganizations or Corporate Readjustment

48.

PSAK 52 Mata Uang Pelaporan

SFAS No. 52 Foreign Currency Translation

49.

PSAK 53 Akuntansi Kompensasi Berbasis Saham

SFAS 123 Accounting for Stock-Based Compensation

50.

PSAK 54 Akuntansi Restrukturisasi Utang-Piutang Bermasalah

SFAS 15 Accounting by Debtors and Creditors for Troubled Debt Restructuring

51.

PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran (saat ini yang berlaku Revisi 2006)

SFAS 133 Accounting for Derivatives Instruments and Hedging Activities

52.

PSAK 56 Laba Per Saham (LPS)

IAS 33 (1997) Earnings per Share

53.

PSAK 57 Kewajiban Diestimasi, Kewajiban Kontijensi, dan Aset Kontijensi

IAS 37 (1998) Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets

54.

PSAK 58 Operasi Dalam Penghentian

IAS 35 (1998) Discontinuing Operations

55.

PSAK 59 Akuntansi Perbankan Syariah

Fatwa MUI

Rerangka Konseptual untuk Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan untuk Transaksi Syari’ah

Standar akuntansi yang diterbitkan oleh AAOIFI.

Catatan:

PSAK yang dicoret menunjukkan bahwa PSAK tersebut sudah direvisi dan tidak lagi berlaku. Sebagian revisi mungkin sudah konvergen dengan IFRS/IAS.

http://www.warsidi.com/2009/12/perbandingan-antara-ifrs-dengan-psak.html