Jumat, 28 Oktober 2011
Kopersi Indonesia
CARA MEMAJUKAN KOPERASI DI INDONESIA
1. Menerapkan sistem GCG
Perkembangan koperasi di Indonesia semakin lama semakin menunjukkan perkembangan menggembirakan. Sebagai salah satu pilar penopang perekonomian Indonesia, keberadaan koperasi sangat kuat dan mendapat tempat tersendiri di kalangan pengguna jasanya. Koperasi telah membuktikan bahwa dirinya mampu bertahan di tengah gempuran badai krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia. Keberadaan koperasi semakin diperkuat pula dengan dibentuknya Kementerian Negara Koperasi dan UKM yang salah satu tugasnya adalah mengembangkan koperasi menjadi lebih berdaya guna. Koperasi sangat diharapkan menjadi soko guru perekonomian yang sejajar dengan perusahaan-perusahaan dalam mengembangkan perekonomian rakyat.
Analogi sederhana yang dikembangkan adalah jika koperasi lebih berdaya, maka kegiatan produksi dan konsumsi yang jika dikerjakan sendiri-sendiri tidak akan berhasil, maka melalui koperasi yang telah mendapatkan mandat dari anggota-anggotanya hal tersebut dapat dilakukan dengan lebih berhasil. Dengan kata lain, kepentingan ekonomi rakyat, terutama kelompok masyarakat yang berada pada aras ekonomi kelas bawah (misalnya petani, nelayan, pedagang kaki lima) akan relatif lebih mudah diperjuangkan kepentingan ekonominya melalui wadah koperasi. Inilah sesungguhnya yang menjadi latar belakang pentingnya pemberdayaan koperasi.
Namun demikian, kenyataan membuktikan bahwa koperasi baru manis dikonsep tetapi sangat pahit perjuangannya di lapangan. Semakin banyak koperasi yang tumbuh semakin banyak pula yang tidak aktif. Bahkan ada koperasi yang memiliki badan hukum namun tidak eksis sama sekali. Hal ini sangat disayangkan karena penggerakan potensi perekonomian pada level terbawah berawal dan diayomi melalui koperasi. Oleh karena itu, koperasi tidak mungkin tumbuh dan berkembang dengan berpegang pada tata kelola yang tradisonal dan tidak berorientasi pada pemuasan keperluan dan keinginan konsumen. Koperasi perlu diarahkan pada prinsip pengelolaan secara modern dan aplikatif terhadap perkembangan zaman yang semakin maju dan tantangan yang semakin global.
Koperasi perlu mencontoh implementasi good corporate governance(GCG) yang telah diterapkan pada perusahaan-perusahaan yang berbadan hukum perseroan. Implementasi GCG dalam beberapa hal dapat diimplementasikan pada koperasi. Untuk itu, regulator, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM perlu memperkenalkan secara maksimal suatu konsep good cooperative governance (disingkat juga dengan GCG) atau tatakelola koperasi yang baik.
Konsep GCG sektor koperasi perlu dimodifikasi sedemikian rupa untuk menjawab tantangan pengelolaan koperasi yang semakin kompleks. Implementasi GCG perlu diarahkan untuk membangun kultur dan kesadaran pihak-pihak dalam koperasi untuk senantiasa menyadari misi dan tanggung jawab sosialnya yaitu mensejahterakan anggotanya.
Dalam mengimplementasikan GCG, koperasi Indonesia perlu memastikan beberapa langkah strategis yang memadai dalam implementasi GCG. Pertama, koperasi perlu memastikan bahwa tujuan pendirian koperasi benar-benar untuk mensejahterakan anggotanya. Pembangunan kesadaran akan tujuan perlu dijabarkan dalam visi,misi dan program kerja yang sesuai. Pembangunan kesadaran akan mencapai tujuan merupakan modal penting bagi pengelolaan koperasi secara profesional, amanah, dan akuntabel.
2. Memperbaiki koperasi secara menyeluruh
Kementerian Koperasi dan UKM perlu menyiapkan blue print pengelolaan koperasi secara efektif. Blue print koperasi ini nantinya diharapkan akan menjadi panduan bagi seluruh koperasi Indonesia dalam menjalankan kegiatan operasinya secara profesional, efektif dan efisien. Selain itu diperlukan upaya serius untuk mendiseminasikan dan mensosialisasikan GCG koperasi dalam format gerakan nasional berkoperasi secara berkesinambungan kepada warga masyarakat, baik melalui media pendidikan, media massa, maupun media yang lainnya yang diharapkan akan semakin memajukan perkoperasian Indonesia.
3. Membenahi kondisi internal koperasi
Praktik-praktik operasional yang tidak tidak efisien, mengandung kelemahan perlu dibenahi. Dominasi pengurus yang berlebihan dan tidak sesuai dengan proporsinya perlu dibatasi dengan adanya peraturan yang menutup celah penyimpangan koperasi. Penyimpangan-penyimpangan yang rawan dilakukan adalah pemanfaatan kepentingan koperasi untuk kepentingan pribadi, penyimpangan pengelolaan dana, maupun praktik-praktik KKN.
4. Memberikan Pelatihan Karyawan
Dengan adanya pelatihan kemampuan terhadap karyawan koperasi tiap 3 bulan sekali, diharapkan sistem keuangan dan birokrasi internal di dalam koperasi dapat teratasi.
Menurut ICA (International Cooperative Alliance)
ICA (International Cooperative Alliance) adalah organisasi gerakan koperasi internasional yang dibentuk pada 1895, dan saat ini beranggotakan 220 organisasi gerakan koperasi dari 85 negara (termasuk gerakan koperasi Indonesia yang diwakili oleh Dekopin) yang memiliki lebih dari 800 juta anggota perorangan yang tersebar di seluruh dunia.
Di tengah perkembangan koperasi di seluruh dunia, baik di negara maju maupun di negara yang sedang berkembang seperti diuraikan diatas, bagaimana dengan perkembangan koperasi di Indonesia? Seperti kita lihat, apalagi dalam ICA Global 300 yang meyajikan koperasi-koperasi klas dunia, dalam Developing 300 Projectpun yang menyajikan perkembangan koperasi-koperasi di negara sedang berkembang, tak satupun koperasi dari Indonesia yang masuk daftar. Apa yang terjadi dengan perkembangan koperasi di Indonesia?
Seperti kita ketahui, dari sejarahnya koperasi sudah dikenal pada masa peralihan abad 19-20 –yang berarti sudah lebih dari satu abad- yang kemudian juga dipraktekkan oleh para pimpinan pergerakan nasional. Setelah proklamasi peranan koperasi dipaterikan dalam konstitusi sehingga memiliki posisi politis strategis, kemudian pada tahun 1947 gerakan koperasi menyatukan diri dalam wadah gerakan koperasi, yang saat ini bernama Dekopin, yang berarti tahun ini usia organisasi gerakan koperasi ini sudah 61 tahun dengan modal pengalaman selama lebih dari satu abad, dukungan politis dari negara dan wadah tunggal gerakan koperasi, seharusnya koperasi Indonesia sudah bisa mapan sebagai lembaga ekonomi dan sosial yang kuat dan sehat. Tetapi kenyataan menunjukkan, koperasi yang dengan landasan konstitusi pernah didambakan sebagai “soko guru perekonomian nasional” itu, saat ini tidak mengalami perkembangan yang berarti, sehingga amat jauh ketinggalan dari koperasi-koperasi di negara-negara lain, termasuk koperasi di negara sedang berkembang. Beberapa cara untuk memajukan koperasi di Indonesia adalah sebagai berikut :
1. Merekrut anggota yg berkompeten
Membuat koperasi lebih menarik sehingga tidak kalah dengan badan usaha lainnya. Dimulai dari keanggotaan koperasi itu sendiri, pertama saya akan merekrut anggota yang berkompeten dalam bidangnya. Tidak hanya orang yang sekedar mau menjadi anggota melainkan orang-orang yang memiliki kemampuan dalam pengelolaan dan pengembangan koperasi.
2. Meningkatkan daya jual koperasi dan melakukan sarana promosi
Untuk meningkatkan daya jual koperasi, membuat koperasi agar terlihat menarik supaya masyarakat tertarik ntuk membeli di koperasi mungkin dengan cara mengecat dinding koperasi dengan warna-warna yang indah, menyediakan AC, ruangan tertata dengan rapi dan menyediakan pelayanan yang baik sehingga masyarakat puas.
Dan tidak hanya itu, koperasi pun memerlukan sarana promosi untuk mengekspose kegiatan usahanya agar dapat diketahui oleh masyarakat umum seperti badan usaha lainnya salah satu caranya dengan menyebarkan brosur dan membuat spanduk agar masyarakat mengetahuinya. Dengan cara ini diharapkan dapat menarik investor untuk menanamkan modalnya di koperasi.
3. Merubah kebijakan pelembagaan koperasi
Dalam kehidupan sosial-ekonomi masyarakat kebijakan pelembagaan koperasi dilakukan degan pola penitipan, yaitu dengan menitipkan koperasi pada dua kekuatan ekonomi lainnya. Merubah kebijakan tersebut agar koperasi dapat tumbuh secara normal layaknya sebuah organisasi ekonomi yang kreatif, mandiri, dan independen.
4. Menerapkan sistem GCG
Koperasi perlu mencontoh implementasi good corporate governance(GCG) yang telah diterapkan pada perusahaan-perusahaan yang berbadan hukum perseroan. Implementasi GCG dalam beberapa hal dapat diimplementasikan pada koperasi. Untuk itu, regulator, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM perlu memperkenalkan secara maksimal suatu konsep good cooperative governance (disingkat juga dengan GCG) atau tatakelola koperasi yang baik.
Perkembangan koperasi di Indonesia semakin lama semakin menunjukkan perkembangan menggembirakan. Sebagai salah satu pilar penopang perekonomian Indonesia, keberadaan koperasi sangat kuat dan mendapat tempat tersendiri di kalangan pengguna jasanya. Koperasi telah membuktikan bahwa dirinya mampu bertahan di tengah gempuran badai krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia. Keberadaan koperasi semakin diperkuat pula dengan dibentuknya Kementerian Negara Koperasi dan UKM yang salah satu tugasnya adalah mengembangkan koperasi menjadi lebih berdaya guna. Koperasi sangat diharapkan menjadi soko guru perekonomian yang sejajar dengan perusahaan-perusahaan dalam mengembangkan perekonomian rakyat.
Koperasi perlu mencontoh implementasi good corporate governance(GCG) yang telah diterapkan pada perusahaan-perusahaan yang berbadan hukum perseroan. Implementasi GCG dalam beberapa hal dapat diimplementasikan pada koperasi. Untuk itu, regulator, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM perlu memperkenalkan secara maksimal suatu konsep good cooperative governance (disingkat juga dengan GCG) atau tatakelola koperasi yang baik.
Konsep GCG sektor koperasi perlu dimodifikasi sedemikian rupa untuk menjawab tantangan pengelolaan koperasi yang semakin kompleks. Implementasi GCG perlu diarahkan untuk membangun kultur dan kesadaran pihak-pihak dalam koperasi untuk senantiasa menyadari misi dan tanggung jawab sosialnya yaitu mensejahterakan anggotanya.
Dalam mengimplementasikan GCG, koperasi Indonesia perlu memastikan beberapa langkah strategis yang memadai dalam implementasi GCG. Pertama, koperasi perlu memastikan bahwa tujuan pendirian koperasi benar-benar untuk mensejahterakan anggotanya. Pembangunan kesadaran akan tujuan perlu dijabarkan dalam visi,misi dan program kerja yang sesuai. Pembangunan kesadaran akan mencapai tujuan merupakan modal penting bagi pengelolaan koperasi secara profesional, amanah, dan akuntabel.
5. Memperbaiki koperasi secara menyeluruh
Kementerian Koperasi dan UKM perlu menyiapkan blue print pengelolaan koperasi secara efektif. Blue print koperasi ini nantinya diharapkan akan menjadi panduan bagi seluruh koperasi Indonesia dalam menjalankan kegiatan operasinya secara profesional, efektif dan efisien. Selain itu diperlukan upaya serius untuk mendiseminasikan dan mensosialisasikan GCG koperasi dalam format gerakan nasional berkoperasi secara berkesinambungan kepada warga masyarakat, baik melalui media pendidikan, media massa, maupun media yang lainnya yang diharapkan akan semakin memajukan perkoperasian Indonesia.
6. Membenahi kondisi internal koperasi
Praktik-praktik operasional yang tidak tidak efisien, mengandung kelemahan perlu dibenahi. Dominasi pengurus yang berlebihan dan tidak sesuai dengan proporsinya perlu dibatasi dengan adanya peraturan yang menutup celah penyimpangan koperasi. Penyimpangan-penyimpangan yang rawan dilakukan adalah pemanfaatan kepentingan koperasi untuk kepentingan pribadi, penyimpangan pengelolaan dana, maupun praktik-praktik KKN.
7. Penggunaan kriteria identitas
Penggunaan prinsip identitas untuk mengidentifikasi koperasi adalah suatu hal yang agak baru, dengan demikian banyak koperasiwan yang belum mengenalnya dan masih saja berpaut pada pendekatan-pendekatan esensialis maupun hukum yang lebih dahulu, yang membuatnya sulit atau bahkan tidak mungkin untuk membedakan suatu koperasi dari unit-unit usaha lainnya seperti kemitraan, perusahaan saham atau di Indonesia dikenal dengan Perseroan Terbatas (PT). Dengan menggunakan kriteria identitas, kita akan mampu memadukan pandangan-pandangan baru dan perkembangan-perkembangan muktahir dalam teori perusahaan ke dalam ilmu koperasi.
8. Menghimpun kekuatan ekonomi dan kekuatan politis
Kebijaksanaan ekonomi makro cenderung tetap memberikan kesempatan lebih luas kepada usaha skala besar. Paradigma yang masih digunakan hingga saat ini menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh usaha skala besar dengan asumsi bahwa usaha tersebut akan menciptakan efek menetes ke bawah. Namun yang dihasilkan bukanlah kesejahteraan rakyat banyak melainkan keserakahan yang melahirkan kesenjangan. Dalam pembangunan, pertumbuhan memang perlu, tetapi pencapaian pertumbuhan ini hendaknya melalui pemerataan yang berkeadilan.
Pada saat ini, belum tampak adanya reformasi di bidang ekonomi lebih-lebih disektor moneter, bahkan kecenderungan yang ada adalah membangun kembali usaha konglomerat yang hancur dengan cara mengkonsentrasikan asset pada permodalan melalui program rekapitalisasi perbankan. Dalam menghadapi situasi seperti ini, alternatif terbaik bagi usaha kecil termasuk koperasi adalah menghimpun kekuatan sendiri baik kekuatan ekonomi maupun kekuatan polotis untuk memperkuat posisi tawar dalam penentuan kebijakan perekonomian nasional. Ini bukanlah kondisi yang mustahil diwujudkan, sebab usaha kecil termasuk koperasi jumlahnya sangat banyak dan tersebar di seluruh wilayah nusantara sehingga jika disatukan akan membentuk kekuatan yang cukup besar.
Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi
htt://www.google.com/
http://www.agribisnews.com/opini/6.html?joscclean=1&comment_id=103
http://www.blogster.com/sarahcupid/perkembangan-koperasi-di-indonesia
http://www.smecda.com/deputi7/file_makalah/PAS.SURUT.PERK.KOPERASI-Yog.htm
Sabtu, 22 Oktober 2011
Kutipan Sang Pemimpi
Potongan bait dalam lagu La Neige au Sahara yang di nyanyikan oleh Anggun C. Sasmi
Si la poussire emporte tes reves de lumiere
Je serai ta lune, ton repere
Et si le soleil nous brule
Je prierai qui tu voudras
Pour que tombe la neigi au Sahara
Translate
Jika harapanmu hancur berkeping-keping
Aku akan menjadi bulan yang menerangi jalanmu
Matahari bisa membutakan matamu
Aku akan berdoa pada langit
Agar salju berderai di Sahara
Puisi dari Arai untuk cinta pandangan pertamanya adalah Zakiah Nurmala. Dia rela membacakan puisi di depan makam Jim Morrison dan disaksikan oleh ribuan pasang mata penziarah makam Jim Morrison yang di kagumi Arai.
Puisi untuk satu-satunya cinta dalam hatiku! Zakiah Nurmala…
Di sini! Disaksikan pusara Jim Morrison, kukatakan padamu!
Rampas jiwaku!
Curi masa depanku!
Jarah harga diriku!
Rampok semua milikku!
Sita!
Sita semuanya!
Mengapa kau masih tak mau mencintaiku?
Mengapa kau masih tak mau mencintaiku?
Ketika Ikal dalam keadaan frustrasi saat berada di Paris, untuk melipur rindunya dia membuka novel Seandainya Mereka Bisa Bicara karya Herriot. Kenangan A Ling untuk lkal. A Ling menandai cerita tentang keindahan Desa Edensor dalam novel itu. Dica bagian itu berulang-ulang. Desa khayalan Edensor itu seakan membuka jalan untuk menemukan A Ling, untuk menemukan diri Ikal sendiri.
“lereng-lereng bukit yang tak teratur seperti berjatuhan, puncaknya seakan berguling detelan langit sebelah barat. Bentuknya laksamana pita kuning dan merah tua. Pegunungan tinggi nyang tek berbentuk itu lalu terurai menjadi bukit-bukit hijau dan lembah-lembah nan luas. Di dasar lembah sungai berliku-liku di antara pepohonan. Rumah-rumah petani Edensor yang terbuat dari batu-batu yang kukuh dan berwana kelabu bak pulau di tengah lading yang diusahakan. Lading itu terbentang seperti tanjung yang hijau cerah di atas lereng bukit. Di pekarangan, taman bunga mawar dan asparagus tumbuh menjadi pohon yang tinggi. Buah persik, buah pir, buah ceri, buah prem, bergelantungan di atas tembok selatan, berebut tempat dengan bunga-bunga mawar yang tumbuh liar…”
A ling masih tak jelas rimbanya, tak hatu lagi kemana mencarinya. Hanya dari novel kenangannya Ikal dapat menemukannya. Dibuka lagi novel lusuh itu, dibaca lagi keindahan desa khayalan Edensor , untuk melipur rindunya.
“jalan-jalan desa menanjak berliku-liku dihiasi deretan pohon oak, berselang-seling di antara jerejak anggur yang diterlantarkan. Lebah madu berdengung mengerubuti petunia. Daffodil dan asturia tumbuh sepanjang pagar peternakan, berdesakan di celah-celah bangku batu. Di belakang rumah penduduk tumpah ruah dedaunan oranye, berdayu-dayu karena belaian angin. Lalu terbentang luas padang rumput, permukaannyaa detebari awan-awan kapas….”
Edensor adalah sebuah desa kecil di daerah Sheffield di Mindland, wilayah tengah Inggris, dekat Manchester, Brimngham, dan Leeds, tepatnya di Doncaster, kira-kira 1jam perjalanan naik bus medaki bukit-bukit dan membelah hutan cemara. Edensor sebuah desa dengan pemandangan yang sangat indah dan meyejukkan mata dan juga hati.
Cinta di Dalam Gelas & Padang Bulang
Kutipan dari novel karangan Andrea Hirata,
novel Padang Bulan
Bulan di Atas Kota Kecilku yang Ditinggalkan Zaman
Orang asing
Orang asing
Seseorang yang asing
Berdiri di dalam cermin
Tak kupercaya aku pada pandanganku
Begitu banyak cinta telah mengambil dariku
Aku kesepian
Aku kesepian dikeramaian
Mengeluarkanmu dari ingatan
Bak menceraikan angin dari awan
Takut
Takut
Aku sangat takut
Kehilangan seseorang yang tak pernah kumiliki
Gila, gila rasanya
Gila cemburu buta
Yang tersisa hanya kenangan
Saat kau meninggalkanku sendirian
Dibawah rendah yang menyinari kota kecilku yang ditinggalkan zaman
Sejauh yang dapat kukenang
Cinta tak pernah lagi datang
Bulan di atas kota kecilku yang ditinggalkan zaman
Bulan di atas kota kecilku yang ditinggalkan zaman
versi Inggris
Moon Over My Obscure Little Town
Stranger
Stranger
Someone stranger
Standing in a mirror
I can’t belive what I see
How much love has been taken away from me
My heart cries out loud
Everytime I feel lonely in the crowd
Getting you out of my mind
Like separating the wind from the cloud
Afraid
Afraid
I’m so afraid of losing someone I never have
Carazy, oh, crazy
Finding reason for my jealousy
All I can remember
When you left me alone
Under the moon over my obscure little town
As long as I can remember
Love has turned to be as cold as December
The moon over my obscure little town
The moon over my obscure little town
Ada Komidi Putar di Padang Bulan
Kutunggu ayahku
Akan kurayu agar mengajakku nanti petang
Nanti petang, Kawan, ada komidi putar di Padang Bulan
Ada kereta kuda
Ada selendang berenda-renda
Ada boneka dari India
Komidi berputar pelan
Lampu-lampunya dinyalakan
Komidi melingkar tenang
Hatiku terang
Terang benderang menandingi bulan
Ayah, pulanglah saja sendiri
Tinggalkan aku
Tinggalkan aku di Padang Bulan
Biarkan aku kasmaran
Novel Cinta di Dalam Gelas
Seribu Lima Ratus Perak
Kutengok di televisi
Kebenaran di Jakarta mahal sekali
Para koruptor pintar sembunyi
Padahal nyata-nyata, mereka telah mencuri
Kawan, di kampong kami
Kebenaran harganya hanya seribu lima ratus perak
Warnya hitam, tergenang di dalam gelas, saban pagi
Itulah kopi
Peluk
Disebabkan karena kau terlalu malu
Dengan penuh gengsi kau berbalik, dia pun berlalu
Rasakan itu olehmu, sekarang baru kau tahu
Bahwa semua keindahan di dunia ini berkelabat dengan cepat
Dan hukum-hukum Tuhan ditulis sebelum telepon dibuat
Orang-orang indah yang kautemukan di pasar, stasiun, terminal, dan tikungan
Kekasih, kemewahan mutiara raja brana, kemilau galena dan intan berlian
Semuanya akan meninggalkanmu
Kecuali secangkir kopi
Dia ada di situ, tetap di situ, hangat, dan selalu dapat dipeluk.
Tak Tergenggam
Cinta, ditaburkan dari langit
Pria dan wanita menengadahkan tangan
Berebut-rebut menangkapnya
Banyak yang mendapat segantang
Semakin banyak
Semakin tak tergenggam
Berani
Dalam sembarangan waktu dan ruang
Telah disediakan untukmu
Medan untuk berperang
Beranikah engkau menghunus pedang?
Kutipan dari Novel Maryamah Karpov
Kutipan dalam novel Maryamah Karpov.
Endensor adalah Taj Mahalku. Rasanya baru kemarin aku disuruh Bu Muslimah membeli kapur di toko kelontong Sinar Harapan, lalu aku tersihir oleh paras-paras kuku yang cantik, dan tiba-tiba aku terlempar di negeri asing yang amat jauh ini.
Kini kusadari yang ada hanya aku, duduk sendiri di bangku uzur yang tersandar pada jerejak kebun anggur. Aku menekan perasaan sehampa lembah Yorkshire dan ladang-ladang Darrowby yang terlantar, meredakan jerit hati yang senyaring gemuang kumbang, meredam gemuruh rindu, membujuk diri, karena siang mengatakan A Ling telah pergi dibawa malam, tak kan pernah kembali. Ketika kumbang-kumbang itu diam, waktu lumpuh. Kusibakkan gulma yang menutupi pagar batu penyekat lading, masih jelas baris-baris puisi yang kuukir di situ tahun lalu.
Tak tahu engkau dimana
Tapi, kulihat dirimu, di antara baying pohon willow
Kudengar suaramu, dalam riak Sungai Darrow
Dan kucium dirimu, dalam angin yang berembus dari utara
Ada
Tahukah dirimu, kawan?
Dalam serpih-serpih cahay
Dan gerak-gerik halus benda-benda
Tersimpan rahasia
Mengapa kita ada
Di dedikasikan untuk sahabat Ikal (Andrea Hirata), sahabat yang paling dia idolakan atas kecerdasannya, adalah Lintang.
Lintang
Dengan pisau lipat
Kuukir pelan-pelan
Kalimat yang dalam
Dari perasaanku yang larat
Karena hormatku yang sarat
Untuk pesona persahabatan dan kecerdasan
Lintang, Lintang, hatimu yang benderang
Qui genus humanum ingenio superavit
Manusia genius tiada tara
Laut
Horizon, horizon setelah itu, tak ada hal lain
Horizon di langit dan horizon sejauh jangkau pandang
Muara menyempit, delta mengerut
Hutan lindap, daratan kelabu
Lalu laut, laut seluas langit
Datar, tetap, tak terhingga, biru mendebarkan
Senyum
Siapa yang menebar senyum
Dialah yang akan menuai cinta
Kutipan kata-kata indah yang Ikal gambarkan ketika akhirnya bertemu kembali dengan A Ling yang sudah belasan tahun tak bertemu. Ikal berkorban mencari hampir separo dunia dia lakukan demi mencari A Ling, dan akhirnya menemukan A Ling di pulau Batuan yang amat menyeramkan hingga dijuluki Pulau kuburan. Pengorbanan yang amat berat dan sungguh-sungguh dia lakukan, demi wanita yang dia sukai sejak SD hingga lulus S2 di sorbonne, Prancis. Dengan bantuan para sahabatnya, mereka lalui hingga nyawa pun mereka perjuangkan demi A Ling.
Senja hari berikutnya kami duduk bersandar di tiang layar. Kami saling menceritakan kisah nasib. Aku mengeluarkan buku yang dulu dihadiahkannya padaku, novel Seandainya Mereka Bisa Bicara. Ia tersenyum.
“apakah kau telah menemukan Edensor, Ikal?”
Aku diam saja. Aku juga tidak menceritakan bahwa aku telah mencarinya sampai ke Siberia, sampai Afrika.
A Ling berkisah tentang kerasnya Batuan dan berkali-kali ia gagal menyebrangi Selat Singapura.
“tak ada harapan di sana, tapi aku tahu”, ucapnya pelan.
“aku tahu, kita pasti bertemu lagi”.
"Aku membisu
Kami memandangi laut dalam senyap
Bergabunglah surya dan awan-gemawan melukis megahnya angkasa
Bersekutulah angin empat musim mengarak halimun Selat Malak
tak satu pun
tak satu pun dapat menggambarkan indahnya perasaanku."
Rahasia
Kuberi tahu satu rahasia padamu, Kawan
Buah paling manis dari bermimpi
Adalah kejadian-kejadian menakjubkan
Dalam perjalanan menggapainya
Puisi
Dan tiba-tiba hari-hariku berubah menjadi puisi
Semilir di pagi hari
Meriang jika siang
Pecah, serupa ombak-ombak pasang kalau malam
Seperti
Seperti puisi yang kutuliskan
Seperti nyanyi yang kaulantunkan
Seperti senyum yang kausunggingkan
Seperti pandang yang kaukerlingkan
Seperti cinta yang kauberikan
Aku tak pernah, tek pernah merasa cukup
Bagian ini, dimana Ikal memohon pada Ayahanda nya untuk diizinkan meminang A Ling. Dan untuk pertama kalinya Ayah mengatakan tidak untuk apa pun yang Ikal minta, untuk sesuatu yang amat diinginkan Ikal melebihi apapun. Karna mendengar permintaan Ikal kali ini, Ayah mengepalkan tangannya erat-erat untuk menguatkan dirinya. Air matanya mengalir deras sampai berjatuhan ke lantai. Tak pernah seumur hiduku melihatnya menangis. Aku tak mampu berkata-kata. Ruh seperti tercabut dari jasatku. Aku terkulai.
Di Pasar malam A Ling telah menunggu, tentang kabar apa yang akan dia terima dari Ikal. Dan ini adalah part terakhir dari semua sekuel novel Maryamah Karpov yang sangat menyentuh hati. Perjuangan dan kesetiaan diuji disini.
“Aku membawa apa pun yang dapat kubawa dalam sebuah karung kecampang. Lapangan Padang Bulan telah kosong ketika aku tiba. Pasar malam telah redup, komidi tak lagi berputar, lampu-lampunya telah dimatikan. Yang terdengar hanya suit angin.
Di tengah hamparan ilalang, A Ling berdiri sendirian menungguku. Kami hanya diam, tapi A Ling tahu apa yang telah terjadi. Ia terpaku lalu luruh. Ia bersimpuh dan memeluk lututnya. Matanya semerah saga. Ia seseggukan sambil meremas ilalang tajam. Seakan tak ia rasakan darah mengucur di telapaknya. Ia menarik putus kalungnya, menggulung lengan bajunya, dan memperlihatkan rajah kupu-kupu hitam di bawah sinar bulan. Kukatakan padanya bahwa aku tak kan menyerah pada apa pun untuknya dan akan ada lagi perahu berangkat ke Batuan. Kukatakan padanya, aku akan mencurinya dari pamannya dan melarikannya. Aku akan membawanya naik perahu itu dan kami akan melintasi Selat Singapura. Perlahan awan kelabu di langit turun menjadi titik gerimis. Butirnya yang lembut serupa tabir putih menyelimuti tubuh kami.”
Kumpulan Kutipan Puisi Favorite
Kutipan dari novel Laskar pelangi, yang dibuat saat Ikal, Andrea Hirata bersekolah di SD Muhammadiyah, Gantong, Belitong.
Dibuat saat SD Muhammadiyah sedang mengadakan kemah di Pangkalan Punai, karna Ikal sangat terkesan dengan takjubnya pemandangan yang di buat Tuhan begitu indah bak surgawi dunia. Selain berkemah, kebetulan mendapatkan tugas untuk membuat puisi, Ikal menuangkan kekagumannya dalam sebuah puisi berjudul Aku Bermimpi Melihat Surga.
Aku Bermimpi Melihat Surga
Sungguh, malam ketiga di Pangkal Punai aku bermimpi melihat surga
Ternyata surga tidak megah, hanya sebuat istana kecil di tengah hutan
Tidak ada bidari seperti yang di sebut-sebut dalam kitab suci
Aku melihat jembatan kecil
Seorang wanita berwajah jernih menyambutku
“inilah surge” katanya
Ia tersenyum, kerling matanya mengajakku menengadah
Seketika aku terkesiap oleh pantulan sinar matahari senja
Menyirami kubah-kubah istana
Mengapa sinar matahari berwarna perak, jingga, dan biru?
Sebuah keindahan yang asing
Di istana surga
Dahan-dahan pohon ara menjalar ke dalam kamar-kamar sunyi yang bertingkat-tingkat
Gelas-gelas Kristal berdenting dialiri air zamzam menebarkan rasa kesejukkan
Bunga petunia ditanam di dalam pot-pot kayu
Pot-pot itu digantungkan pada kosen-kosen jendela tua yang berwarna biru
Di beranda, lampu-lampu kecil disembunyikan di balik tilam, indah sekali
Sinarnya memancarkan kedamaian
Tembus membelah perdu-perdu di halaman
Surga begitu sepi
Tapi aku tetap ingin di sini
Karena kuingat janjimu Tuhan
Kalau aku datang dengan berjalan
ENGKAU akan memjemputku dengan berlari-lari
Susana di Pangkalan Punai saat pukul empat sore dari atas bukit kecil disisi barat daya Pangkalan. Saat sore menjelang, aku senang berlama-lama duduk sendiri di punggung bukit ini. Mendengar sayup-sayup suara anak-anak nelayan—laki-laki dan perempuan—menendang-nendang pelampung, bermain bola tanpa tiang gawang nun dibawah sana. Teriakan mereka tersa damai. Sekitar pukul empat sore, sinar matahari akan mengguyur barisan pohon cemara angin yang tumbuh lebat di undakan bukit yang lebih tinggi di sisi timur laut. Sinar yang terhalang pepohonan cemara angin ini membentuk segitiga gelap raksasa, persis ditempat aku duduk. Sebaliknya, disisi lain, sinarnya yang kontras menghunjam ke atas permukaan pantai yang dangkal, sehingga dari kejauhan dapat kulihat pasir putih dasar laut.
Jika aku menoleh ke belakang, maka aku dapat menyaksikan pemandangan padang sabana. Ribuan burung pipit menggelayuti rumpu-rumput tinggi, menjerit-jerit tak karuan, berebut tempat tidur. Di sebelah sabana itu adalah ratusan pohon kelapa bersaling-silang dan diantara celah-celahnya aku melihat betu-batu raksasa khas Pangkalan Punai. Batu-batu raksasa yang membatasi tepian Laut Cina Selatan yang biru berkilauan dan luas tak terbatas. Seluruh bagian ini tersirami sinar matahari dan aliran sungai payau tampak samapai jauh berkelok-kelok seperti cucuran perak yang dicairkan.
Sebaliknya, jika aku melemparkan pandangan lurus ke bawah, kea rah formasi rumah panggung yang berkeliling tadi, maka sinar matahari yang mulai jingga jatuh persis ke atap-atap daun nanga’ yang menyembul-nyembul di antar rindangnya dedaunan pohon santigi. Asap mengepul dari tungku-tungku yang membakar serabut kelapa untuk mengusir serangga magrib. Asap itu, diiringi suara adzan magrib, merayap menembus celah-celah atap daun, hanut pelan-pelan menaungi kampong seperti hantu, lamat-lamat merambati dahan-dahan pohon bintang yang berbuah manis, lalu hilang tersapu semilir angin, ditelan samudera luas. Dari balik jendela-jendela kecil rumah panggung ynag berserakan di bawah sana sinar lampu minyak yang lembut dan kuntum-kuntum api pelita menari-nari sepi.
Puisi untuk A Ling,
A Ling, lihatlah ke langit
Jauh tinggi di angkasa
Awan-awan putih yang berarak itu
Aku mengirimi bunga-bunga krisan untukmu
Jauh Tinggi
A Ling, hari ini aku mendaki Gunung Selumar
Tinggi, tinggi sekali, sampai ke puncaknya
Hanya untuk melihat atap rumahmu
Hatiku damai rasanya
Rindu
Cinta benar-benar telah menyusahkanku
Ketika kita saling memandang saat sembahyang rebut
Malamnya aku tak bisa tidur karena wajahmu tak mau pergi dari kamarku
Kepalaku pusing sejak itu......
Siapa dirimu?
Yang berani merusak tidurku dan selera makanku?
Yang membuatku melamun sepanjang waktu?
Kamu tak lebih dari seorang anak muda pengganggu!
Namun ingin kukatakan padamu
Setiap malam aku bersyukur kita telah bertemu
Karena hanya padamu, aku akan merasa rindu..
A Ling
Langganan:
Postingan (Atom)




